Desa Sidokerto berdiri sejak masa kolonial sebagai permukiman petani di sepanjang aliran sungai yang mengairi hamparan sawah terasering. Nama "Sidokerto" berasal dari bahasa Jawa, "sido" yang berarti jadi atau terwujud, dan "kerto" yang bermakna makmur — harapan para pendiri agar desa ini senantiasa menjadi tempat yang makmur bagi warganya.
Seiring waktu, Sidokerto berkembang menjadi desa dengan lima dusun yang masing-masing memiliki karakter dan potensi tersendiri. Tradisi gotong royong, bersih desa, serta kesenian wayang dan karawitan tetap dijaga hingga kini sebagai warisan yang menyatukan warga lintas generasi.