Mahasiswa KKN UPN Veteran Jawa Timur Ciptakan Alat Penyiram TOGA Otomatis Berbasis IoT di Desa Sidokerto
Sidokerto, Mojowarno, Jombang — Pemerintah Desa Sidokerto bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Kelompok 17 meresmikan inovasi alat penyiram TOGA (Tanaman Obat Keluarga) otomatis berbasis Internet of Things (IoT) pada Senin (20/07/2026), bertempat di Balai Desa Sidokerto. Peresmian tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Sidokerto, Drs. H. Abdul Halim, beserta perangkat desa, para kepala dusun dari Dusun Branjang, Dusun Ngemplak, Dusun Jetak, dan Dusun Budug, serta perwakilan organisasi masyarakat dan warga setempat. Kehadiran berbagai unsur masyarakat ini menunjukkan dukungan dan antusiasme warga terhadap inovasi yang dihadirkan di lingkungan desa.
Selama ini, perawatan tanaman TOGA di Desa Sidokerto masih menghadapi kendala, terutama karena keterbatasan waktu warga dalam melakukan penyiraman secara rutin. Menjawab kebutuhan tersebut, pemerintah desa menyambut baik gagasan mahasiswa KKN Kelompok 17 yang menghadirkan sistem penyiraman otomatis dengan memanfaatkan sensor kelembapan tanah dan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat kendali. Alat ini bekerja secara otomatis dengan memantau kondisi kelembapan tanah secara berkelanjutan. Ketika tanah terdeteksi kering, sistem akan mengaktifkan penyiraman tanpa perlu dilakukan secara manual. Selain itu, perangkat ini juga dilengkapi sensor suhu dan kelembapan udara serta sensor ketinggian air pada tangki penampungan, sehingga kondisi tanaman dan ketersediaan air dapat dipantau dengan lebih baik.

Keunggulan lain dari inovasi ini adalah kemampuannya terhubung dengan aplikasi Blynk melalui jaringan Wi-Fi. Melalui aplikasi tersebut, warga dapat memantau kondisi tanaman, mulai dari kelembapan tanah, suhu udara, hingga ketersediaan air, secara langsung melalui ponsel tanpa harus datang ke lokasi. Selain itu, informasi kondisi alat juga ditampilkan melalui layar LCD yang terpasang pada perangkat sehingga memudahkan pemantauan secara real time. Tidak hanya pada aspek penyiraman, mahasiswa KKN Kelompok 17 juga menghadirkan inovasi pada pemupukan TOGA melalui pemanfaatan Pupuk Organik Cair (POC). Pupuk tersebut diolah dari limbah sampah organik rumah tangga, seperti sisa sayuran dan buah-buahan, yang dikumpulkan dan diproses menjadi pupuk ramah lingkungan. Bagi pemerintah desa, inovasi ini tidak hanya mendukung pertumbuhan tanaman secara alami, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mengurangi volume sampah organik serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah berbasis zero waste.

Pemerintah Desa Sidokerto menilai kehadiran inovasi ini memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, antara lain menghemat waktu dan tenaga dalam perawatan tanaman, mengurangi penggunaan air, memudahkan pemantauan kondisi tanaman dari jarak jauh, memanfaatkan limbah organik menjadi pupuk bernilai guna, serta menjaga kualitas TOGA agar tetap tumbuh optimal dan dapat dimanfaatkan sebagai obat keluarga.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sidokerto, Drs. H. Abdul Halim, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi mahasiswa KKN Kelompok yang telah menghadirkan teknologi tepat guna bagi masyarakat desa. Beliau berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan, tidak hanya untuk tanaman TOGA, tetapi juga dapat diterapkan pada berbagai jenis tanaman lainnya, termasuk di sektor pertanian. Warga yang hadir juga menyambut baik program tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk menjaga serta merawat alat yang telah diserahkan agar dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Dengan diresmikannya alat penyiram TOGA berbasis IoT serta pemanfaatan pupuk organik dari limbah rumah tangga ini, Pemerintah Desa Sidokerto berharap inovasi tersebut dapat menjadi contoh penerapan teknologi sederhana dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dalam mendukung pengembangan tanaman obat keluarga secara modern dan efisien. Program ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara dunia pendidikan dan masyarakat dalam menghadirkan solusi atas kebutuhan desa melalui pemanfaatan teknologi. (Kelompok KKN 17 Desa Sidokerto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang)